Penyakit Autoimun

Cara Mengatasi Ambeien Pada Saat Hamil Penyakit Wasir image 4

Penyebab, Gejala dan Pengobatan Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun atau autoimunitas merupakan penyakit yang terjadi akibat malfungsi pada sistem imun, sehingga sistem imun tidak bisa membedakan antigen asing dan jaringan sendiri. Reaksi ini mengakibatkan sistem imun justru melawan jaringan tubuh sendiri atau protein ekstraselular. Hal tersebut menimbulkan radang dan kerusakan jaringan. Kondisi ini kemudian memicu timbulnya berbagai masalah atau gangguan kesehatan. Penyakit ini disebabkan karena autoimmune disorders, yaitu mekanisme tubuh untuk mempertahankan dari serangan penyakit dan ketika kekebalan tubuh rusak maka biasanya akan terjadi penyerangan balik. Dan kebanyakan faktor genetik atau keturunan menjadi penyebab penyakit autoimun ini. Meski demikian ada banyak sekali penyebab terjadinya autoimun, diantaranya adalah sebagai berikut:

Faktor resiko autoimun karna genetika

  • Genetic

Faktor risiko terbesar terkait penyakit autoimun yang diprediksi para ahli adalah faktor genetic atau keturunan. Namun faktor ini bukanlah satu-satunya yang bisa memicu reaksi kekebalan tubuh.

  • Terjangkit virus
  • Adanya radiasi UV dari sinar matahari
  • Iodine
  • Lingkungan tinggal

Faktor lingkungan mislanya paparan bahan tertentu seperti merkuri ditengarai merupakan hal penting seseorang bisa terkena penyakit autoimun.

Stres dan kecemasan yang berkepanjangan penyebab terjadinya autoimun

  • Stres dan kecemasan yang berkepanjangan
  • Perubahan hormon

Beberapa penyakit autoimun sering kali menyerang perempuan pasca melahirkan, perempuan hamil, menopouse. Hal ini menyebabkan hadirnya sebuah asumsi bahwa penyakit autoimun terkait dengan perubahan hormon.

  • Lemahnya kekebalan tubuh yang dikarenakan alkohol, rokok dan diet dengan cara yang tidak benar
  • Infeksi

Beberapa gangguan terkait penyakit autoimun sering kali dikaitkan dengan terjadinya infeksi. ini karena sebagian gejala diperburuk oleh infeksi tertentu.

Sebagian gejala autoimun diperburuk oleh konsumsi obat-obatan dalam jangka panjang

  • Konsumsi obat jenis tertentu dalam jangka waktu panjang, diantaranya adalah obat anti nyeri.

Meski diketahui ada beberapa faktor resiko atau penyebab seseorang terserang penyakit autoimun, namun pada beberapa kasus sulit dideteksi penyebab dari autoimun ini.

Untuk mengetahui apakah seseorang menderita autoimun atau tidak, tentu bisa dilakukan pemeriksaan medis, namun sebelum itu, penting untuk diketahui gejala atau tanda-tanda dari autoimun. Dengan mengetahuinya akan membantu anda untuk lebih waspada dan mawas. Pada penderita autoimun juga akan ditemukan gejala-gejaja khusus yang diantaranya adalah:

  1. Pusing dan sakit kepala
  2. Tubuh menjadi mudah kelelahan bahkan meski tidak melakukan aktivitas berat
  3. Sering merasa kebingunganDemam salah satu gejala khusus autoimun
  4. Demam
  5. Cepat marah dan cemas, kadang disertai dengan rasa bingung bahkan halusinasi
  6. Masalah dalam lambung

Penyakit Autoimun sering sekali berkolaborasi dengan penyakit lain seperti penyakit Diabetes mellitus Tipe I, Rheumatoid arthritis, lupus, Dermatomyositis, Vaskulitis, anemia hemolitik, Wegener granulomatosis, sindrom Hashimoto dan sindrom Sjogren. Hingga saat ini memang belum ditemukan obat yang ampuh dan permanen untuk menyembuhkan penyakit autoimun.

Hashimoto dan sindrom Sjogren

Untuk pasien autoimun ini biasanya dokter memberikan obat yang berfungsi untuk menekan atau mengurangi gejala. Selain itu obat imunosupresi untuk menurunkan respon kekebalan tubuh juga diberikan untuk mengendalikan gejala dan penyakit yang diderita. Obat yang menekan sistem kekebalan tubuh seperti azathioprine, cyclophosphamide, chlorambucil, cyclosporine, mycophenolate, dan methotrexate. Obat-obatan untuk penderita autoimun sering digunakan secara oral dan dalam jangka waktu lama, karena penyembuhan untuk penyakit ini memang hingga kini belum ditemukan obat atau metode yang efektif, melainkan hanya sebatas mengendalikan dan meminimalisir gejala yang timbul. Selain memberikan obat-obatan, biasanya penanganan pada pasien autoimun juga dilakukan dengan terapi fisik yang bertujuan untuk mendorong mobilitas.