Infeksi pada Lambung

Infeksi pada Lambung

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami infeksi pada lambung, karena pada tahap awal gejala penyakit lambung sama seperti gejala maag biasa, terjadi nyeri pada bagian ulu hati, perut kembung, mual dan sebagainya. Padahal masalah lambung yang dihadapi sebenarnya lebih serius dari sekedar sakit maag biasa. Infeksi dapat menyebabkan tukak lambung yang dalam dan apabila dibiarkan begitu saja akan menyebabkan lambung menjadi bocor yang membentuk lubang dan risiko penyakit tukak lambung bisa sangat mengancam kehidupan.

bakteri Helycobacter pylori

Infeksi pada Lambung adalah peradangan pada lapisan lambung yang disebabkan oleh mikroorganisme, yang terjadi akibat bakteri Helycobacter pylori. Peradangan lambung (gastritis) yang terus menerus terjadi bisa menimbulkan kerusakan pada lapisan lambung, membentuk luka (tukak lambung) atau ulkus peptikum, perdarahan dan bisa berakhir dengan rusaknya seluruh lapisan lambung sehingga menjadi bocor (perforasi).

Tubuh Melemah

Penyebab infeksi lambung adalah karena bakteri Helycobacter pylori. Sebuah bakteri yang berbentuk spiral (helix) yang tumbuh di dalam saluran pencernaan dan memiliki kecenderungan untuk menyerang pada bagian lapisan lambung. Bakteri Helycobacter pylori biasanya tidak berbahaya, tetapi akan berbahaya jika pertahanan tubuh seseorang melemah sehingga dapat membuat bakteri Helycobacter pylori menjadi tumbuh subur di lambung yang menyebabkan infeksi lambung yang ditandai dengan terbentuknya ulkus di lambung dan duodenum (usus duabelas jari).

makanan yang sudah terkontaminas

Helycobacter pylori bukanlah jenis bakteri baru, karena sejatinya bakteri ini telah hidup berdampingan dengan manusia selama ribuan tahun. Infeksi ini diperkirakan menyebar dari mulut satu orang ke orang lain. Bisa juga ditularkan dari kotoran lingkungan yang masuk ke dalam mulut. Hal ini  terjadi akibat kurang pedulinya seseorang terhadap kebersihan diri sendiri dan lingkungan sekitar, contohnya seperti tidak mencuci tangan setelah atau sehabis pergi dari toilet dan tidak mencuci tangan sebelum makan. H. pylori  juga dapat menyebar melalui makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi.

Asam Lambung

Tidak semua orang yang telah terjangkit bakteri H. pylori mengalami infeksi lambung beserta gejalanya. Bahkan kebanyakan orang tidak mengalami gejala apapun. Pada tahap awal, infeksi lambung menyebabkan gejala maag, gejala yang muncul termasuk sakit perut, terutama ketika perut kosong pada malam hari atau rasa nyeri yang bertambah hebat beberapa jam setelah makan. Rasa sakit biasanya digambarkan sebagai nyeri yang menggerogoti. Dengan mengonsumsi obat asam lambung, seperti antasida, sudah dapat mengurangi rasa sakit ini. Jika ternyata rasa sakit atau nyeri ulu hati begitu kuat dan tidak sembuh dengan pengobatan sederhana seperti itu, maka sebaiknya Anda segera konsultasikan masalah ini dengan dokter.