Imunologi

Perawatan Cedera Kepala Ringan Pendarahan Otak image 2

Mengenal Lebih Jauh Tentang Imunologi dan Sistem Imun

Kata imunologi terdiri dari dua kata yakni imun yang berarti kekebalan tubuh dan logi yang berarti ilmu. Jadi bisa disimpulkan bahkan imunologi merupakan cabang ilmu yang mempelajari kajian mengenai aspek sistem imun pada semua organisme. Sistem imun adalah sistem perlindungan pengaruh luar biologis yang dilakukan oleh sel  dan organ  khusus pada suatu organisme . Apabila sistem imun ini bekerja dengan benar, maka sistem ini akan melindungi tubuh terhadap infeksi bakteri dan virus, serta menghancurkan sel dan zat asing lain yang masuk ke dalam tubuh. Namun apabila sistem imun ini melemah, maka kemampuannya melindungi tubuh pun akan berkurang, sehingga menyebabkan patogen dapat berkembang dalam tubuh.

Sistem imun

Adapun ilmu tentang sistem imun ini mempelajari tentang peranan fisiologis sistem imun baik dalam kondisi normal maupun abnormal, termasuk diantaranya malfungsi sistem imun pada gangguan imunologi, kimiawi, karakteristik fisik dan fisiologis dari komponen-komponen sistem imun. Ilmu yang mempelajari tentang imun ini memiliki berbagai penerapan pada berbagai disiplin ilmu dan karenanya dipecah menjadi beberapa subdisiplin. Pada awalnya, ilmu tentang system imun ini merupakan cabang dari ilmu mikrobiologi yang mempelajari respons kekebalan tubuh terhadap penyakit infeksi. Pada tahun 1546, seorang ilmuwan bernama Girolamo Fracastoro mengajukan teori kontagion yang menyatakan bahwa pada penyakit infeksi terdapat suatu zat yang dapat memindahkan penyakit tersebut dari satu individu ke individu lain, namun zat tersebut sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat dengan mata.

Girolamo Fracastoro Ilmuan yang mempelajari tentang imun

Penelitian ilmiah mengenai imunologi baru dimulai pada tahun 1880 setelah seorang ilmuwan bernama Louis Pasteur menemukan penyebab penyakit infeksi dan dapat membiak mikroorganisme serta menetapkan teori kuman  penyakit. Penemuan ini kemudian dilanjutkan dengan diperolehnya vaksin rabies pada manusia tahun 1885. Kemudian pada tahun 1880, Robert Koch menemukan kuman penyebab penyakit tuberkulosis. Dalam rangka mencari vaksin, ia mengamati adanya reaksi tuberkulin yang merupakan reaksi hipersensitivitas lambat pada kulit terhadap kuman tuberkulosis. Hasil pengamatan terhadap reaksi inilah yang kemudian digunakan untuk mendiagnosis penyakit tuberkulosis pada anak dan sejak itu, ilmu tentang sistem imun ini mulai dipakai untuk menegakkan diagnosis penyakit pada anak dan terus berkembang seiring waktu.

Robert Koch ilmuan yang menemukan tuberkulosis

Imunologi ini terus dikembangkan seiring dengan berkembangnya peradaban manusia. Hingga saat ini telah diketahui banyak hal tentang sistem imun, termasuk malfungsi sistem imun pada gangguan imunologi, kimiawi, karakteristik fisik dan fisiologis dari komponen-komponen sistem imun. Yang diantaranya adalah bagian serta fungsi dari system imun seperti:

  1. Spesifik antigen yakni mengenal dan melawan antigen khusus. Pengenalan self dan non self dicapai dengan setiap sel menunjukkan suatu penanda berdasarkan pada major histocompatibility complex (MHC). Beberapa sel yang tidak menunjukkan penanda ini diperlakukan sebagai non self dan diserang.Spesifik antigen
  2. Sistemik yakni tidak terbatas pada lokasi infeksi awal, tetapi di seluruh tubuh dan
  3. Memiliki memori untuk mengenal dan meningkatkan serangan terhadap antigen yang sama pada waktu yang akan datang.

Namun pada kondisi tertentu kadang-kadang sistem imun menyerang sel-selnya sendiri yang disebut sebagai penyakit autoimun.

Tentu saja ilmu ini memiliki peran dan pengaruh yang sangar besar dalam dunia medis, karena melalui ilmu ini, dapat diketahui berbagai kondisi penyakit yang terjadi akibat malfungsi sistem imun, demikian juga dengan pengobatan atau penanganan penderita penyakit malfungsi sistem imun.

Pengobatan atau penanganan penderita penyakit malfungsi system imun