Gejala Gegar Otak

Gejala Gegar Otak

Gegar otak merupakan tipe cedera otak teringan dibandingkan tipe cedera otak lainnya. Namun, jangan abaikan kondisi ini. Utamakan perhatian kepada kasus yang menimpa anak-anak karena mereka belum dapat mengkomunikasikan gejala gegar otak dengan baik. Cedera otak dibagi tingkat keparahannya, yaitu ringan, sedang, dan berat. Cedera otak ringan disebut juga dengan gegar otak (concussion). Gegar otak ditimbulkan akibat benturan keras pada kepala, misalnya saat jatuh, kecelakaan lalu lintas, maupun ketika sedang berolahraga. Posisi otak mengambang dalam cairan di tengkorak kepala. Ketika kepala menghantam benda dengan keras, otak dapat bergeser dan membentur tulang tengkorak kepala. Hal ini dapat membuat kerja otak berubah untuk beberapa saat. Kondisi semacam inilah yang dinamakan dengan gegar otak. Seseorang dapat kehilangan kesadaran jika otak bergeser secara signifikan atau bergoncang, disebut dengan jarring. Seberapa parah gegar otak, salah satunya dapat ditandai dari seberapa lama seseorang mengalami pingsan setelah membentur benda dengan keras. Namun, tidak semua orang akan kehilangan kesadaran begitu mengalami gegar otak. Ada juga yang mengeluh pandangannya menjadi kabur, seperti hitam semua, putih semua, atau berkunang-kunang.

Penglihatan Kabur Gejala Gegar Otak

Perlu diperhatikan bahwa seseorang juga bisa mengalami gegar otak, tetapi tidak menyadarinya. Jadi jika Anda mengalami benturan keras di kepala, disarankan untuk memeriksakan diri ke klinik atau rumah sakit. Gejala gegar otak bisa berlangsung lama maupun hanya beberapa detik saja. Ada juga seseorang yang tidak langsung mengalami gejala gegar otak. Perhatikan beberapa gejala gegar otak berikut ini:

  1. Sakit kepala.
  2. Mual dan muntah.
  3. Merasa kebingungan.
  4. Penglihatan kabur.
  5. Sensitif terhadap cahaya atau suara.
  6. Kesulitan untuk berkonsentrasi.
  7. Kehilangan ingatan tentang peristiwa sebelum benturan maupun ingatan tepat setelah terjadi gegar otak.
  8. Mengalami masalah keseimbangan tubuh.
  9. Telinga berdenging.
  10. Tiba-tiba cara bicara menjadi cadel.
  11. Perubahan perilaku.

Gejala Gegar Otak Berat

Gegar otak dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan tingkat keparahannya, yaitu tingkat ringan, sedang, dan berat. Selain dilihat dari faktor kehilangan kesadaran, keparahan gegar otak juga dapat dilihat dari bagaimana seseorang kehilangan keseimbangan, serta kehilangan ingatan atau amnesia. Berikut gambaran tentang jenis-jenis gegar otak:

  • Gegar otak ringan. Gejala berlangsung kurang dari lima belas menit. Penderita tidak mengalami kehilangan kesadaran.
  • Gegar otak sedang. Gejala dapat bertahan lebih dari lima belas menit. Penderita juga tidak mengalami kehilangan kesadaran.
  • Gegar otak berat. Seseorang yang pingsan, bahkan hanya untuk beberapa detik, dapat dikategorikan mengalami gegar otak berat.

Segera cari bantuan medis jika Anda mengetahui seseorang mengalami kondisi seperti:

  • Demam.
  • Keluar cairan atau darah dari hidung atau telinga.
  • Kejang.
  • Tidak bisa menggerakkan bola mata.
  • Mengalami kelemahan otot, baik pada kedua sisi tubuh maupun salah satu sisi.
  • Ukuran pupil mata tidak sama antara mata yang satu dengan mata yang lainnya.
  • Muntah yang terus berulang.
  • Kesulitan untuk berjalan atau mengalami masalah keseimbangan.
  • Kebingungan yang tidak kunjung hilang.
  • Kehilangan kesadaran untuk waktu yang lama atau bahkan koma.

Parasetamol untuk Gegar Otak Ringan dan Sedang

Hal-hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa seseorang mengalami cedera otak yang lebih serius dari pada gegar otak. Apabila diduga mengalami gegar otak, dokter akan memeriksa fungsi koordinasi dan refleks tubuh. Untuk mencari apakah terjadi cedera otak yang serius, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan Computerized Tomography atau CT scan pada kepala, pencitraan resonansi magnetik atau MRI pada otak, maupun pemeriksaan dengan Elektroensefalografi (EEG) untuk melihat aktivitas listrik pada otak jika pasien mengalami kejang yang berkelanjutan. Pada kasus gegar otak ringan hingga sedang, dokter mungkin akan meresepkan obat penghilang nyeri yang tidak mengandung aspirin (seperti parasetamol). Dalam kurun waktu tiga hari, gejala pasien diobservasi apakah terjadi perburukan. Apabila hal tersebut terjadi, pasien perlu segera kembali lagi ke dokter. Sementara itu, pada kasus gegar otak berat mungkin diperlukan perawatan yang lebih intensif di rumah sakit.

Gegar Otak

Berikut beberapa langkah yang perlu dilakukan jika Anda melihat seseorang ada yang gegar otak atau Anda sendiri yang mengalami cedera kepala.

  1. Jika kepala Anda terbentur dengan keras, segera hentikan aktivitas dan duduklah dengan tenang. Hindari mengulangi aktivitas yang menyebabkan gegar otak di hari yang sama. Hal ini karena otak membutuhkan waktu untuk pulih. Gegar otak kedua dapat terjadi bila setelah gegar otak pertama Anda tetap melakukan aktivitas. Bila hal itu terjadi, gejala gegar otak dapat berlanjut untuk waktu yang lama.
  2. Jika gegar otak terjadi pada anak, diperlukan pengawasan orang dewasa untuk melihat apakah ada perubahan perilaku. Pengawasan dilakukan minimal pada hari pertama karena anak mungkin sulit mengungkapkan apa yang dialaminya.
  3. Jangan memberikan obat tanpa resep dokter, terutama yang mengandung aspirin karena dapat menyebabkan perdarahan.
  4. Segera periksakan kondisi ke klinik atau rumah sakit.
  5. Baik anak-anak maupun orang dewasa, sebaiknya ikuti petunjuk dokter mengenai kapan sebaiknya kembali melakukan aktivitas fisik. Anak-anak yang tidak pulih dari gejala gegar otak secara sempurna dapat mengalami sakit kepala selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Dengan mengikuti cara pemulihan yang benar, seseorang yang pernah mengalami gegar otak dapat kembali beraktivitas seperti biasanya.