Autoimunitas

Mengenal Berbagai Penyakit Autoimunitas

Autoimunitas merupakan kegagalan fungsi system kekebalan tubuh dalam mengenali bagian dari dirinya. Sehingga mengakibatkan respon kekebalan justru melawan jaringannya sendiri. Pada kondisi tertentu, sistem imunitas manusia memang bisa mengalami kerusakan sehingga menterjemahkan jaringan tubuh sendiri sebagai antigen asing dan menghasilkan antibodi atau sel imunitas menyerang jaringan tubuh sendiri. Hal tersebut menghasilkan radang dan kerusakan jaringan. Kondisi ini kemudian memicu timbulnya berbagai masalah atau gangguan kesehatan yang kemudian dikenal sebagai penyakit autoimun. Ada banyak sekali jenis penyakit autoimun yang diantaranya adalah:

Osteoarthritis-Penyakit autoimunitas

Osteoarthritis

Ini merupakan tipe dari arthritis yang disebabkan oleh kerusakan atau penguraian dan akhirnya kehilangan tulang muda dari satu atau lebih sendi pada tubuh. Osteoarthritis juga dikenal sebagai degenerative arthritis.

Sindrom Sjogren

Ini merupakan penyakit autoimun yang sering terjadi dengan gangguan autoimun lainnya. Sindrom ini lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada pria dan lebih sering didiagnosis setelah usia 40. Gejala utama sindrom Sjogren adalah mata kering dan mulut kering. Sindrom Sjogren seringkali menyertai gangguan sistem kekebalan, seperti rheumatoid arthritis dan lupus.

Penyakit Graves-Penyakit autoimunitas

Penyakit Graves

Penyakit Graves yang merupakan penyakit autoimun yang sering ditandai dengan produksi otoantibodi yang memiliki kerja mirip dengan TSH pada kelenjar tiroid. Penderita penyakit ini biasanya akan merasakan gejala menyerupai gejala pada hipertiroidisme dan gejala tambahan seperti pembesaran kelenjar tiroid, oftamopati, mata menonjol dan dermopati.

Tiroiditis Hashimoto

Ini adalah penyakit berupa peradangan kelenjar tiroid yang sering menyebabkan hipotiroidisme. Penyakit autoimunitas ini merupakan jenis tiroiditis yang paling sering ditemukan, terutama pada wanita usia lanjut dan cenderung diturunkan.

Tiroiditis Hashimoto-Penyakit autoimuitas

Systemic lupus erytematosus (SLE)

Ini merupakan penyakit radang atau inflamasi multisistem yang disebabkan oleh banyak faktor dan dikarakteristik dari penyakit ini adalah adanya gangguan disregulasi sistem imun berupa peningkatan sistem imun dan produksi autoantibodi yang berlebihan.

Penyakit Addison

Penyakit Addison adalah hipofungsi kronik korteks adrenal primer akibat dari kerusakan pada korteks adrenal. Penyakit ini adalah penyakit yang terjadi akibat fungsi korteks tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan pasien akan hormon-hormon korteks adrenal.

Myasthenia gravis-Penyakit autoimunitas

Myasthenia gravis

Ini adalah suatu penyakit autoimun yang ditandai oleh kelemahan dari otot wajah, ekstraokuler, orofaringeal dan otot anggota gerak. Tanda utama dari penyakit ini adalah peningkatan kelemahan otot pada aktivitas otot yang berulang.

Hepatitis autoimun (AIH)

Hepatitis autoimun  atau hepatitis kronik autoimun adalah suatu gangguan hati kronis nekroinflamatori yang belum diketahui penyebabnya. Karakteristik penyakit ini adalah bahwa secara histologik berupa infiltrasi sel mononuklear di saluran portal dan secara serologis adanya autoantibodi terhadap antigen hati yang spesifik dan yang tidak spesifik serta adanya peningkatan kadar igG.

Ankylosing spondylitis-Penyakit autoimunitas

Ankylosing spondylitis

Ini adalah bentuk peradangan kronis dari tulang belakang dan sendi-sendi tulang sacroiliac yang berlokasi di belakang bawah dimana sakrum bertemu tulang-tulang ilium. Peradangan kronis pada area ini menyebabkan nyeri dan kekakuan dalam dan sekitar tulang belakang.

Antiphospholipid Syndrome (APS)

Ini adalah suatu keadaan autoimunitas yang ditandai dengan produksi antibodi antiphospholipid dalam kadar tinggi dan dengan gambaran klinis tertentu seperti trombosis, trombositopenia autoimun dan abortus.

Beberapa penyakit autoimun memang hingga kini belum ditemukan metode pengobatan yang efektif. Bahkan penderita autoimun tertentu harus bersanding dengan penyakit mereka seumur hidup. Namun demikian, selalu ada cara untuk meminimalisir gejala dan dampak dari penyakit autoimun.