Antibodi

Gejala Ambeien Penyakit Wasir image 1

Mengenal Antibodi dan Jenis-Jenisnya

Antibodi atau immunoglobulin merupakan protein yang diproduksi oleh tubuh dan berfungsi untuk membantu melawan zat asing atau antigen yang masuk ke dalam tubuh atau yang berada di dalam tubuh. Antigen dapat bakteri, virus, atau jamur yang menyebabkan infeksi dan penyakit. Termasuk diantaranya adalah debu, serbuk sari, sengatan lebah, bulu binatang atau makanan tertentu. Immunoglobulin merupakan system kekebalan tubuh yang alami. Dimana ketika antigen masuk maka tubuh akan merangsang untuk memproduksi immunoglobulin dan immunoglobulin akan mengikat diri untuk antigen dan menonaktifkan antigen sehingga antigen tidak lagi membahayakan tubuh.

Antigen

 

Ketika zat asing memasuki tubuh untuk pertama kalinya, maka gejala penyakit mungkin akan muncul saat sistem kekebalan tubuh karena membuat immunoglobulin untuk melawannya. Serangan berikutnya inilah yang akan merangsang memori kekebalan tubuh untuk segera menghasilkan sejumlah besar antibodi untuk melawan antigen. Karena respon ini, memungkinkan tubuh untuk lebih kuat dalam melawan penyakit yang diakibatkan oleh antigen dan alergen.

Secara umum ada 5 jenis tingkatan antibodi dimana masing-masing memiliki fungsi yang berbeda, mereka adalah:

  1. IgG

Jenis immunoglobulin ini adalah yang paling umum dan paling penting. IgG ini beredar dalam darah dan cairan tubuh lainnya yang befungsi untuk melawan bakteri dan virus. Pengikatan antibodi IgG dengan antigen bakteri atau virus mengaktifkan sel-sel kekebalan lainnya yang kemudian akan menghancurkan antigen. IgG bergerak dengan melintasi membran sel, pada wanita hamil IgG juga akan melewati plasenta ke janinnya.

igG dan igM

  1. IgM

IgM adalah antibodi utama yang dihasilkan dalam serangan awal oleh antigen bakteri atau virus. IgM hadir dalam darah dan merupakan yang terbesar dari antibody.

  1. IgA

Immunoglobulin ini muncul pada saat seseorang menangis, termasuk juga saat memproduksi air liur, lendir, reproduksi, sekresi pernapasan, pencernaan dan saluran kemih. Adapun fungsi IgA adalah untuk menetralisir bakteri dan virus dan mencegah mereka agar tidak memasuki tubuh dan mencapai organ-organ internal.

IgA

  1. IgD

IgD kebanyakan ditemukan pada permukaan sel-sel B yang memproduksi dan melepaskan antibodi. IgD membantu sel B dalam mengenali antigen tertentu. Sel B merupakan sel diproduksi di sumsum tulang yang mengeluarkan antibodi.

  1. IgE

Antibodi IgE yang hadir dalam bagian berair dari cairan tubuh dan bertanggung jawab untuk reaksi alergi. IgE dapat mengikat permukaan sel-sel tertentu yang disebut sel mast, yang mengandung bahan kimia.

IgE

Peran immunoglobulin sangat penting bagi tubuh, maka ketika immunoglobulin mengalami disfungsi atau gangguan, maka akan menimbulkan berbagai macam penyakit. Penyakit yang terjadi akibat dari gangguan immunoglobulin ini kemudian disebut sebagai penyakit autoimun. Ketika system kekebalan tubuh kehilangan kemampuan untuk mengenali perbedaan antara diri dan antigen, maka ini akan memicu gangguan kesehatan yang serius. Karena jika biasanya, antibodi hanya diproduksi untuk melawan mikroorganisme yang menyerang tubuh, maka ketika gangguan ini muncul, tubuh akan terus memproduksi antibodi yang disebut sebagai autoantibodi. Ketidakmampuan untuk membuat perbedaan antara diri dan antigen atau allergen ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan tubuh dan mengakibatkan sejumlah penyakit kronis.

lupus eritematosus gangguan autoimun

Ada banyak sekali penyebab dari penyakit autoimun diantaranya adalah faktor genetic dan virus. Paparan bahan kimia tertentu dan sinar ultraviolet juga dapat mengubah protein dalam kulit, sehingga tubuh akan menjadi sensitif terhadap protein dan menghasilkan autoantibodi terhadap mereka. Beberapa penyakit yang berkaitan dengan respon autoimun adalah lupus eritematosus, rheumatoid arthritis dan anemia pernisiosa.